Minggu, 27 November 2011

PENGOLAHAN LIMBAH CAIR INDUSTRI TAPIOKA MENJADI BIOGAS MELALUI PROSES ANAEROB




PENGOLAHAN LIMBAH CAIR INDUSTRI TAPIOKA MENJADI BIOGAS MELALUI PROSES ANAEROB
(Makalah Semi Final OSN-PERTAMINA 2011)









Oleh
Ni Putu Yuliastri
No. Peserta 08030022

















JURUSAN KIMIA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS LAMPUNG
2011


I.        PENDAHULUAN

1.1    Latar Belakang

Indonesia merupakan negara agraris. Kehidupan sebagian besar masyarakatnya ditopang oleh hasil-hasil pertanian dan pembangunan di segala bidang industri. Proses pembangunan di Indonesia mendorong tumbuhnya industri-industri yang berbahan baku hasil pertanian (Agroindustri). Perkembangan industri pangan ini banyak mendatangkan keuntungan bagi masyarakat maupun pemerintah, namun juga diiringi dengan timbulnya beberapa permasalahan baru di berbagai sektor. Salah satu dampak negatif dari adanya industri adalah timbulnya pencemaran terhadap lingkungan yang berasal dari limbah industri, karena dapat merusak keseimbangan sumber daya alam, kelestarian dan daya dukung lingkungan.

Berdasarkan data Indonesia Investment Coordinating Board (2009), Lampung merupakan salah satu daerah agroindustri yang cukup besar, sekitar 42 % merupakan lahan pertanian dengan produk utama adalah singkongProduksi singkong di Lampung cukup besar dan tiap tahunnya terus meningkat (Harian Lampung Post, 2009).  Hal ini dilihat dari data Balai Pusat Statistik (BPS) Indonesia pada tahun 2009 – 2010.  Produksi singkong pada tahun 2009 meningkat dari tahun sebelumnya, yaitu 7.569.178 ton dari luas area panen 309.047 haSedangkan data tahun 2010, terlihat areal semakin berkurang, yaitu 308.550 ha, tetapi mampu memproduksi singkong sebesar 7.625.554 ton, lebih besar dibandingkan tahun 2009 (BPS Indonesia, 2010).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar