kali ini gw mau cerita salah satu moment terpenting dalam hidup gw...
yaitu saat-saat masih di asrama...
cKcK
udah kaya' ikut ajang apa aja...
itu saat gw ikut OSN Pertamina 2011...
gw ikut seleksi provinsi n terpilih mewakili kampus gw....
padahal gw lagi sibuk-sibuknya PKL tuh...
terpaksa persiapan gw bwt ke Jakarta cm seminggu sebelum berangkat aja...
gag maksimal banget pokoknya...
tapi akhirnya kestresan itu berbuah hasil...
biaya penelitian gw pure dari hadiah lomba itu....
lumayan ngeringanin beban emak babe lah....
Blog Suka-Suka
Sabtu, 26 Mei 2012
Jumat, 25 Mei 2012
Unforgettable Moment I
Lagi duduk-duduk di lab karna gag ada kerjaan...
teringat masa lalu deh...
zamannya masih aktif banget di bangku perkuliahan...
rajin ke perpus...
rajin nongkrong di GFB(Gedung Fasilitas Bersama) FMIPA Universitas Lampung...
rajin juga ke basecamp yaitu sekret HIMAKI...
udah gt...
waktu semangat-semangatnya ikut lomba....
dari Mawapres (gagal di penyisihan Universitas)|
terus ke ONMIPA-PT (gagal juga pas penyisihan Kopertis Wilayah 2 di Palembang)...
haha...
inget foto-foto ini jadinya...
zaman gw dekil n de kumel banget tuh (masih sih sampe sekarang)...
terus berganti ke masa-masa KKN...
di ujung daerah lampung...
tepatnya di desa Sukadana kecamatan Buay Bahuga Kabupaten Way Kanan...
gw ngerasain hidup bener-bener terasing n harus mandiri banget tuh (mandi susah karna air gag adaan,musti ngangkut dulu deh beberapa timba...)
Untung ada partner gw si Nurul anak FISIP...
cKcK...
kebersamaan selama 40 hari gag akan terlupakan seumur hidup...
dari situ gw belajar betapa kita harus hidup hemat...
mulai dari air,sampe urusan listrik pun jg harus hemat...
disana gag ada listrik sodara-sodara...
listrik ada karna genset (ngandelin bensin)
itupun baru bisa hidup hanya dari jam 18.00 WIB samapi 24.00 WIB...
selebihnya harus tidur di kegelapan...
mana emak gw cm ngasi ongkos dikit...
alhasil kemana-mana harus modal dengkul alias jakil...
mana disana jarak satu rumah ke rumah lain jauh banget, terbentang oleh kebon karet n sawit yang sangat luas...
alamak jakil sampe balai desa aja sampe tersesat di tuh kebon-kebon...
haha ngakak gw kalo inget itu...
ini dia foto-foto gw zaman KKN...
check this out...
teringat masa lalu deh...
zamannya masih aktif banget di bangku perkuliahan...
rajin ke perpus...
rajin nongkrong di GFB(Gedung Fasilitas Bersama) FMIPA Universitas Lampung...
rajin juga ke basecamp yaitu sekret HIMAKI...
udah gt...
waktu semangat-semangatnya ikut lomba....
dari Mawapres (gagal di penyisihan Universitas)|
terus ke ONMIPA-PT (gagal juga pas penyisihan Kopertis Wilayah 2 di Palembang)...
haha...
inget foto-foto ini jadinya...
zaman gw dekil n de kumel banget tuh (masih sih sampe sekarang)...
terus berganti ke masa-masa KKN...
di ujung daerah lampung...
tepatnya di desa Sukadana kecamatan Buay Bahuga Kabupaten Way Kanan...
gw ngerasain hidup bener-bener terasing n harus mandiri banget tuh (mandi susah karna air gag adaan,musti ngangkut dulu deh beberapa timba...)
Untung ada partner gw si Nurul anak FISIP...
cKcK...
kebersamaan selama 40 hari gag akan terlupakan seumur hidup...
dari situ gw belajar betapa kita harus hidup hemat...
mulai dari air,sampe urusan listrik pun jg harus hemat...
disana gag ada listrik sodara-sodara...
listrik ada karna genset (ngandelin bensin)
itupun baru bisa hidup hanya dari jam 18.00 WIB samapi 24.00 WIB...
selebihnya harus tidur di kegelapan...
mana emak gw cm ngasi ongkos dikit...
alhasil kemana-mana harus modal dengkul alias jakil...
mana disana jarak satu rumah ke rumah lain jauh banget, terbentang oleh kebon karet n sawit yang sangat luas...
alamak jakil sampe balai desa aja sampe tersesat di tuh kebon-kebon...
haha ngakak gw kalo inget itu...
ini dia foto-foto gw zaman KKN...
check this out...
Sabtu, 17 Maret 2012
Biosintesis Protein
BIOSINTESIS PROTEIN
(Makalah Biokimia II)
I. Pendahuluan
Latar Belakang
Protein merupakan suatu rantai asam amino yang dibentuk oleh elemen C, H, N, dan O. Makromolekul ini mempunyai keanekaragaman sifat-sifat fisik, mulai dari enzim-enzim yang dapat larut dalam air sampai keratin jaringan rambut dan jaringan tanduk yang tidak dapat larut dalam air, dan protein mempunyai fungsi biologis yang sangat luas. Struktur dan sifat protein bergantung pada sekuens asam amino dalam polipeptida. Sebagian besar gen pada akhirnya diekspresikan sebagai protein. Proses pengerjaannya disebut ekspresi gen. Pertama-tama sekuens deoksinukleotida ditranskripsi dari DNA ke dalam sekuens ribonukleotida. Kemudian sekuens ini ditranslasi ke dalam sekuens asam amino untuk membentuk polipeptida. Sekuens asam amino menentukan bagaimana cara molekul melipat untuk menghasilkan protein yang aktif secara biologis. Terdapat 20 jenis asam amino. Rantai asam amino kemudian bergabung dan berlipat-lipat menjadi bentuk tiga dimensi. Asam-asam amino yang bergabung, membentuk rantai polipeptida. Setiap unit asam amino dalam rantai polipeptida dihubungkan oleh ikatan peptida. Biosintesis protein terjadi dalam rantai DNA dan RNA.
Tujuan Penulisan Makalah
Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah untuk memahami proses-proses yang terjadi dalam biosintesis protein serta jeni-inhibitor yang menghambat berlangsungnya proses tersebut.
II. ISI
Dalam sel bakteri, tidak ada membran yang mengelilingi DNA dan proses transkripsi maupun proses translasi berlangsung pada kompartemen sel tunggal. Dalam eukariot, inti sel diselubungi dengan membran. Proses transkripsi berlangsung didalam inti sel, dan mRNA harus masuk kedalam sitoplasma untuk ditraslasikan. Seringkali, hasil polpeptida yang terbentuk sgera termodifikasi setelah proses translasi.
A. Kode Genetik
Kolesterol dan Jantung
Kolesterol dan Jantung
Abstrak
Jantung memompa darah dengan sangat terorganisir urutan kontraksi dari empat ruang yang dimilikinya, terdiri dari bilik kanan, bilik kiri, serambi kanan dan serambi kiri. Tekanan darah tinggi menyebabkan jantung bekerja lebih keras dari biasanya. Baik jantung dan arteri kemudian lebih rentan terhadap cedera. Tekanan darah tinggi meningkatkan risiko serangan jantung, stroke, gagal ginjal, kerusakan mata, kegagalan kongestif jantung dan atherosklerosis. Penderita serangan jatung akan mengalami gejala sebagai berikut, Sering mengalami sakit pada daerah dada ,kurang nyaman di leher, rahang atau menahan,Sesak napas, Sering berkeringat pada bagian telapak tanganCepat merasa lelah.Serangan jantung disebabkan oleh tekanan darah tinggi, asap tembakau, kolesterol darah tinggi dan ketidakaktivan fisik. Stroke merupakan penyakit cardiovasculer. ini mempengaruhi pembuluh darah yang menyediakan darah kepada otak. Penyakit ini terjadi bila pembuluh darah itu membawa oksigen dan bahan gizi kepada otak atau tersumpal dengan cairan menggumpal darah atau beberapa lain partikel. Faktor – faktor yang menyebabkan stroke, Tekanan darah tinggi, Perokok, Diabetes Mellitus,Penyakit pembuluh nadi atau carotid,Denyut jantung tidak normal, Transient Ischemic Attack (TIA) Ketidakteraturan darah tertentu ,Kolesterol darah tinggi Ketidakaktifan fisik dan kegemukan ,Kelebihan alkohol dan Mengkonsumsi obat-obatan terlarang.
Sistematika Kerja Jantung
Jantung memompa darah dengan sangat terorganisir urutan kontraksi dari empat ruang yang dimilikinya. Jantung bekerja sebagai berikut: Atrium kanan menerima darah dari pembuluh darah. Darah ini membawa sedikit oksigen dan banyak karbon dioksida. Itu disebabkan darah kembali dari jaringan tubuh, di mana darah telah kehilangan banyak oksigen dan karbon dioksida justru bertambah ditambahkan di dalamnya. Darah vena lebih gelap daripada darah arteri karena perbedaan dalam hal gas terlarut. Saat jantung relaksasi, darah vena mengalir melalui katup trikuspidus yang terbuka untuk mengisi ventrikel kanan. Suatu sinyal listrik mulai detak jantung dengan menyebabkan atrium untuk berkontraksi.kontraksi ini "top off" mengisi dari ventrikel. Tak lama setelah atrium berkontraksi, ventrikel kanan juga berkontraksi. Sebagaimana hal ini terjadi, katup trikuspid menutup dan darah yang terdeoksigenasi sebagian dipompa melalui katup paru,arteri paru-paru menuju paru-paru. Dalam paru-paru darah memberikan karbon dioksida memperoleh oksigen sebelum kembali ke atrium kiri. Ini baru darah yang mengandung oksigen dengan warna merah cerah.
Artherosklerosis
Atherosklerosis berasal dari bahasa Yunani yaitu kata athero (artinya bubur atau pasta) dan sclerosis (kekerasan). Artheosklerosis adalah penyakit pengerasan pembuluh darah yang disebabkan oleh penumpukan zat seperti lemak, kolesterol, produk buangan selular, kalsium dan zat lain di lapisan dalam arteri. Penumpukan ini disebut plak. Biasanya ini mempengaruhi arteri yang berukuran besar dan menengah. Atherosklerosis adalah penyakit yang lambat dan rumit yang dimulai pada masa kanak-kanak dan seringkali berkembang ketika orang mejadi lebih tua. Pada beberapa orang atherosklerosis berlangsung cepat, terutama dalam dekade ketiga mereka. Banyak ilmuwan berpikir itu dimulai dengan kerusakan pada lapisan paling dalam. Lapisan ini disebut endotelium. Tiga bukti penyebab kerusakan dinding arteri adalah
1) peningkatan kadar kolesterol dan trigliserida dalam darah,
2) tekanan darah tinggi dan
3) asap tembakau.
Asap rokok sangat memperburuk atherosklerosis dan kecepatan pertumbuhan dalam arteri koroner, aorta dan arteri di kaki. Arteri koroner membawa darah ke otot jantung; aorta adalah pembuluh terbesar melalui jantung yang memompa darah yang masuk ke tubuh. Karena kerusakan endotelium, lemak, dan kolesterol, platelet, puing selular, kalsium dan senyawa lain yang tersimpan di dinding arteri. Hal ini dapat merangsang dinding sel arteri untuk menghasilkan zat-zat lain mengakibatkan penumpukan lebih lanjut sel. Sel-sel dan sekitar materi (plak) mungkin menjadi cukup besar untuk menebalkankan endotelium secara signifikan Diameter arteri menyusut dan aliran darah menurun, mengurangi pasokan oksigen. Plak juga dapat menjadi tidak stabil dan pecah. Plak menyebabkan pecahnya gumpalan darah (thrombus) membentuk yang dapat menghalangi aliran darah dalam arteri. Suatu gumpalan darah yang terdiam dan justru menyebabkan darah mengalir ke bagian lain tubuh disebut embolus. Jika suatu bekuan menghalangi sebuah pembuluh darah yang memberi pasokan jantung, itu menyebabkan serangan jantung. Jika menghalangi pembuluh darah yang memberi pasokan otak, menyebabkan stroke. Dan jika pasokan darah ke lengan atau kaki berkurang, dapat menyebabkan kesulitan berjalan dan akhirnya layuh.
Penyakit Cardiovaskuler
Cardiovascular adalah sistem yang kadang-kadang disebut darah-vascular atau hanya sistem peredaran darah. Terdiri dari jantung, yang merupakan perangkat memompa berotot, dan sistem tertutup dari kapal disebut arteries, veins, dan capillaries. Seperti namanya, darah dalam sistem peredaran darah yang dipompa oleh jantung sekitar lingkaran tertutup atau sirkuit dari kapal karena melewati lagi dan lagi melalui berbagai "circulations" dari tubuh.
LDL (Bad Cholesterol) dan Mekanisme Kerjanya
LDL adalah pembawa kolesterol utama dalam darah. Ini membawa sekitar 60 sampai 80 persen kolesterol tubuh . Beberapa kolesterol digunakan oleh jaringan untuk membangun sel-sel, dan sebagian dikembalikan ke hati. Bila terlalu banyak kolesterol LDL beredar di darah, perlahan-lahan dapat membangun dinding dalam arteri yang member pasokan jantung dan otak. Bersama dengan zat lainnya kolesterol ini dapat membentuk plak dan berkontribusi menyebabkan atherosklerosis. Itulah sebabnya kolesterol LDL sering disebut " Kolesterol Jahat". Kadar LDL yang rendah menurunkan resiko penyakit jantung.
HDL (Good Cholesterol) dan Mekanisme Kerjanya
Sekitar sepertiga sampai seperempat dari kolesterol darah dibawa oleh HDL., Bentuknya datar, seperti partikel berbentuk piringan yang dihasilkan terutama di hati dan usus yang dilepaskan ke aliran darah. Sebagai partikel VLDL dan kilomikron, ia melepas trigliserida ke dalam sel, fragmen tubuh yang mengandung protein, lemak dan kolesterol yang melepaskan diri. HDL cenderung untuk membawa kolesterol dari arteri dan kembali ke hati, kemudian meninggalkan tubuh. HDL membuang kelebihan kolesterol dari plak atherosclerosis dan dengan demikian memperlambat pertumbuhan mereka. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa sifat antioksidan dan anti-radang HDL juga menghambat atherosklerosis. HDL adalah "baik" kolesterol karena kemampuannya melindungi dari serangan jantung. Namun, orang yang memiliki kadar kolesterol HDL rendah (kurang daripada 40 mg / dL) memiliki resiko terkena serangan jantung lebih tinggi. Kadar kolesterol HDLyang rendah juga dapat meningkatkan risiko stroke.
Hubungan Homosystein, Asam Folat/Vitamin B, dan Hubungannya dengan Artherosklerosis
Homosistein adalah asam amino dalam darah. Terlalu banyak homosistein berhubungan dengan risiko yang tinggi terkena penyakit jantung koroner, stroke dan penyakit pembuluh darah perifer. Beberapa bukti menunjukkan bahwa homosistein dapat menyebabkan atherosklerosis dengan cara merusak lapisan dalam arteri dan menyebabkan pembekuan darah. Namun, hubungan sebab akibat yang langsung belum ditemukan. Asam folat dan vitamin B membantu menghancurkan homosistein di dalam tubuh. Kadar homosistein dalam darah sangat dipengaruhi oleh diet dan faktor genetik. Diet asam folat dan vitamin B6 dan B12 memiliki dampak terbesar. Beberapa penelitian menemukan bahwa kadar vitamin B yang tinggi dalam darah berhubungan, setidaknya sebagian, dengan konsentrasi yang lebih rendah dari homosistein. Bukti lain menunjukkan bahwa kadar asam folat yang rendah dalam darah dihubungkan dengan resiko lebih tinggi terserang penyakit jantung koroner dan stroke fatal. Sejauh ini, tidak ada penelitian pengobatan terkontrol telah menunjukkan bahwa suplemen asam folat mengurangi resiko dari atherosklerosis, atau yang mengonsumsi vitamin ini akan mempengaruhi perkembangan atau kambuhnya penyakit jantung. Peneliti mencoba untuk menentukan bagaimana terlalu banyak asam folat, vitamin B6 dan atau B12 diperlukan untuk menurunkan kadar homosistein. Bukti kurang untuk kepentingan menurunkan kadar homosistein, tapi pasien berisiko tinggi terserang penyakit ini harus sangat dianjurkan untuk mendapatkan asam folat yang cukup dan vitamin B6 dan B12 dalam makanan mereka.
Penyebab Tingginya Tekanan Darah
Dalam 90-95 persen kasus, penyebab tekanan darah tinggi tidak diketahui. Jenis tekanan darah tinggi ini disebut hipertensi esensial. Untungnya, meskipun para ilmuwan tidak sepenuhnya memahami penyebab penyakit ini, mereka telah mengembangkan baik perawatan obat maupun non obat yang merawatnya secara efektif. Mereka juga mengidentifikasi beberapa faktor yang memberi kontribusi terhadap tekanan darah tinggi diantaranya arteriosklerosis (pengerasan pembuluh darah), penebalan pada dinding arteri, dan kelebihan kontraksi arteriol (arteri kecil).
Dalam 5-10 persen sisa kasus, tekanan darah tinggi dihasilkan dikenali dari kasus lain yang mendasari. Hal ini disebut hipertensi sekunder. Beberapa penyebab yang mungkin adalah kelainan ginjal, tumor kelenjar adrenal atau cacat bawaan dari aorta.
Ketika sumber penyebabnya dikoreksi, tekanan darah biasanya akan kembali normal.
Bahaya Tekanan Darah Tinggi
Tekanan darah tinggi disebut silent killer karena orang bisa memilikinya tanpa menyadari bahwa ia memilikinya dan perlahan-lahan tekanan darah tinggi dapat membunuh seseorang. Tekanan darah tinggi menyebabkan jantung bekerja lebih keras dari biasanya. Baik jantung dan arteri kemudian lebih rentan terhadap cedera.
Tekanan darah tinggi meningkatkan risiko serangan jantung, stroke, gagal ginjal, kerusakan mata, kegagalan kongestif jantung dan atherosklerosis. Jika tekanan darah tinggi tidak diobati, jantung mungkin harus bekerja lebih keras dan sulit untuk memompa cukup darah dan oksigen ke organ tubuh dan jaringan. Jantung dipaksa bekerja lebih keras dari biasanya untuk waktu yang lama dan cenderung membengkak dan lemah. Sebuah sedikit jantung yang bengkak dapat bekerja dengan baik, tapi bila banyak yang diperbesar maka akan kesulitan melakukan tugasnya. Tekanan darah tinggi juga melukai arteri dan arteriol. Seiring waktu mereka menimbulkan bekas luka, mengeras dan kurang elastis. Hal ini dapat terjadi pada semua usia, tetapi tekanan darah tinggi mempercepat proses ini, mungkin karena kecepatan atherosklerosis. Kerusakan arteri buruk karena arteri mengeras, menyempit atau mungkin tidak dapat menyuplai darah ke organ tubuh. Dan jika organ tidak mendapatkan oksigen dan gizi yang cukup, mereka tidak dapat bekerja dengan baik. Risiko lain adalah bahwa gumpalan darah dapat menyangkut di dalam arteri di dekat timbunan lemak, mematikan suplai darah normal ke bagian tubuh.
“Angina Pectoris” dan kaitannya dengan “serangan jantung”
Angina pektoris merupakan istilah medis untuk nyeri dada atau ketidaknyamanan karena koroner penyakit jantung. Angina adalah suatu gejala dari kondisi yang disebut iskemia miokard. Itu terjadi ketika otot jantung (miokardium) tidak mendapatkan sebanyak banyak darah (maka sebanyak oksigen) karena kebutuhan. Hal ini biasanya terjadikarena satu atau lebih arteri jantung (Orang-orang yang darah pasokan ke jantung otot) yang menyempit atau diblokir. Tidak cukup suplai darah disebut iskemia.Angina juga dapat terjadi pada orang dengan penyakit jantung katup, hipertroficardiomyopathy (pembesaran hati) atau tidak terkontrol tekanan darah tinggi - namunkasus-kasus ini cukup langka. Angina adalah tanda bahwa seseorang di tinggi resiko serangan jantung, gagal jantung dan kematian jantung mendadak. Angina sering terjadi ketika jantung membutuhkan lebih banyak darah. Menjalankan untuk menunggu bus, misalnya, bisa memicu serangan angina, sedangkan berjalan tidak mungkin. Angina dapat terjadi selama latihan fisik, kuat emosi atau suhu ekstrim. Beberapa orang, seperti yang dengan koroner kejang arteri, mungkin angina saatmereka sedang beristirahat.
Cara mendiagnosa awal “jantung koroner”
Bila seseorang telah menunjukkan gejala TIA atau serangan, pertama dokter harus mengumpulkan data untuk membuat diagnosa. Pasien yang telah mengalami sejarah medis untuk kencing manis, hipertensi, hati dan penyakit pembuluh darah dan lain-lain harus berhati-hati. Penderita akan diukur tekanan darahnya pada kedua lengan nya,memeriksa jantung dengan mendengarkan denyut nadi pada leher dan collarbone, memeriksa mata dan dilakukan pemeriksaan saraf (tingkat kesadaran, orientasi, ingatan dan kendali emosional). Setelah test dasar ini, banyak dokter akan meminta test laboratorium untuk menunjukan jumlah sel darah, gula darah, urea dan elektrolit.
Pengertian arrhythmias dan hubungannya dengan kasus meninggal mendadak kardiovaskuler
Arrhythmias merupakan denyut jantung yang tidak normal yang menyebabkan jantung kurang efektif memompa darah. Istilah aritmia ini mengacu pada perubahan dari urutan normal awal dan melakukan dorongan. Beberapa Aritmia sangat singkat (misalnya, sementara menghentikan sebentar atau mengalahkan prematur) bahwa denyut jantung secara keseluruhan atau irama tidak sangat terpengaruh. Tapi jika selama beberapa Aritmia waktu, mereka dapat menyebabkan denyut jantung menjadi terlalu lambat atau terlalu cepat, atau irama jantung tidak menentu. Istilah ini menggambarkan bradikardia suku kurang dari 60 denyut per menit. Takikardia biasanya mengacu pada tingkat jantung lebih dari 100 denyut per menit. Serangan jantung merupakan suatu kondisi ketika kerusakan dialami oleh bagian otot jantung akibat berkurangnya pasoka darah secara tiba-tiba.
Tanda-tanda dini “serangan jantung”
Penderita serangan jatung akan mengalami gejala sebagai berikut:
- Sering mengalami sakit pada daerah dada
- kurang nyaman di leher, rahang atau menahan
- Sesak napas
- Sering berkeringat pada bagian telapak tangan
- Cepat merasa lelah
Apakah faktor-faktor penyebab penyakit jantung
v tekanan darah tinggi — tekanan darah tinggi ini membuat hati bekerja lebih keras dari pada keadaan normal, menyebabkan peningkatan denyut jantung dan melemahkan jantung dari waktu ke waktu.
v asap tembakau — merokok merupakan faktor resiko terbesar untuk penyakit vaskuler sekeliling, yang membatasi pembuluh darah membawa darah ke sudah tidak berguna lagi dan otot lengan.
v kolesterol darah tinggi — resiko penyakit jantung meningkat ketika level kolesterol darah meningkat.
v ketidakaktifan fisik — bila ketidakaktifan fisik dikombinasikan dengan makan terlalu banyak, kemudian kelebihan berat, kolesterol darah lebih tinggi dan kencing manis.
Semua ini menaikkan resiko penyakit jantung.
Interval kadar kolesterol, HDL, LDL, trigliserida, dari normal hingga beresiko
| Total level koleserol | Kategori |
| kurang dari 200 mg/dl | tingkat resiko lebih rendah untuk penyakit jantung |
| 200–239 mg/dl | garis batas |
| 240 mg/dl dan >240 mg/dl | kolesterol darah tinggi, seseorang dengan ini tingkat mempunyai lebih dari dua kali lebih resiko penyakit jantung kolesterol di bawah 200 mg/dl. |
| LDL level koleserol | Kategori |
| Kurang dari 100 mg/dL | Optimal |
| 100–129 mg/dL | dekat atau di atas optimal |
| 130–159 mg/dL 160–189 mg/dL | garis batas tinggi tinggi |
| 190 mg/dL dan > 190 mg/dL | Sangat tinggi |
| HDL level koleserol | Kategori |
| Kurang dari 40 mg/dL | faktor resiko utama untuk penyakit jantung. |
| 40–59 mg/dL | lebih tinggi HDL tingkat, makin baik. |
| 60 mg/dL dan > 60 mg/dL | HDL dari 60 mg/dl dan di atas dianggap protektif melawan penyakit jantung. |
| level Trigliserida | Kategori |
| Kurag dari 150 mg/dL | Normal |
| 150–199 mg/dL | Garis batas tinggi |
| 200–499 mg/dL | tinggi |
| 500 mg/dL dan di atas 500 mg/dL | Sangat tinggi |
Aktivitas yang harus dilakukan untuk menjaga lipid agar dalam interval normal
Untuk mengatur agar tubuh tidak kelebihan lipid dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:
Ø Menjaga pola makan dengan banyak mengkonsumsi buah-buahan dan sayur.
Ø Olah raga
Ø Mengontrol berat badan dengan melakukan diet sehat
Ø Rutin memeriksakan diri ke dokter untuk mengetahui kadar kolesterol dalam tubuh.
Hubungan BMI dengan obesitas, dan resiko terkena penyakit jantung
Hubungan BMI dengan obesitas adalah BMI ini membantu memperkirakan apakah seseorang menderita obesitas atau tidak dengan skala pengukuran BMI sebagai berikut:
Ø nilai BMI kurang dari 18.5 dianggap terlalu ringan.nilai BMI dari 18.5 ke 24.9 sehat.
Ø kelebihan berat didefinisikan jika nilai BMI dari 25.0–29.9. nilai BMI dari 25 sesuai dengan kira-kira 10 persen melalui berat tubuh ideal.
Ø kegemukan didefinisikan jika nilai BMI dari 30.0 atau lebih besar, atau kira-kira 30 atau banyak pound kelebihan berat. kegemukan ekstrim didefinisikan nilai BMI dari 40 atau lebih besar.
kegemukan dan kelebihan berat — seseorang yang memiliki kelebihan berat badan khususnya di daerah pinggang beresiko lebih tinggi memiliki masalah kesehatan. masalah ini termasuk tekanan darah tinggi, kolesterol darah tinggi, kadar triglyceride tinggi, kencing manis, penyakit jantung dan stroke. orang dengan tubuh kelebihan berat badan beresiko lebih tinggi terserang penyakit jantung sekalipun mereka tidak memiliki faktor resiko lain.
Pengertian Stroke macam dan efeknya
Stroke merupakan penyakit cardiovasculer. ini mempengaruhi pembuluh darah yang menyediakan darah kepada otak. Penyakit ini terjadi bila pembuluh darah itu membawa oksigen dan bahan gizi kepada otak atau tersumpal dengan cairan menggumpal darah atau beberapa lain partikel. karena ini perpecahan bagian dari otak tidak dapatkan darah dan oksigen ini memerlukan. merampas oksigen, sel syaraf mempengaruhi daerah otak tidak bisa bekerja dan mati. Bila sel syaraf tidak bisa bekerja, bagian dari tubuh mereka tidak bisa bekerja salah satu.
Macam-macam stroke :
ada empat tipe utama stroke, dua disebabkan oleh cairan menggumpal darah atau partikel lain (ischemic stroke), dan dua dengan pendarahan (hemorrhage trombosa berkenaan dengan otak dan embolism berkenaan dengan otak disebabkan oleh cairan menggumpal atau partikel yang menyumbat pembuluh nadi.
- trombosa berkenaan dengan otak
- embolism berkenaan dengan otak
- berkenaan dengan otak
- subarachnoid hemorrhage
Efek dari stroke :
stroke dapat mempengaruhi indera, aktifitas motorik, ucapan,dan kemampuan mengerti ucapan. Stroke juga dapat mempengaruhi tingkah laku dan pola fikir, ingatan dan emosi. Kelumpuhan atau kelemahan di satu sisi tubuh.
Faktor – faktor yang menyebabkan stroke
- Tekanan darah tinggi
- Perokok
- Diabetes Mellitus
- Penyakit pembuluh nadi atau carotid
- Denyut jantung tidak normal. Transient Ischemic Attack (TIA)
- Ketidakteraturan darah tertentu
- Kolesterol darah tinggi
- Ketidakaktifan fisik dan kegemukan
- Kelebihan alkohol
- Mengkonsumsi obat-obatan terlarang
Cara Mendiagnosa “Pra-Stroke”
Sebuah stroke adalah suatu keadaan darurat medis. Siapa saja yang dicurigai mendapat suatu stroke harus dibawa ke suatu fasilitas medis segera untuk evaluasi dan perawatan. Pada awalnya, dokter mengambil suatu sejarah medis dari pasien jika ia sadar atau keluarga lain dengan pasien jika mereka tersedia, dan melaksanakan suatu pengujian fisik. Jika seseorang telah sedang ditangani oleh seorang dokter tertentu, adalah ideal untuk dokter itu berpartisipasi dalam penilaian. Pengetahuan sebelumnya dari pasien dapat memperbaiki keakuratan dari evaluasi. Seorang ahli syaraf, seorang dokter yang spesialisasi pada kelainan-kelainan dari sistim syaraf dan penyakit-penyakit otak, akan seringkali membantu dalam diagnosis dan manajemen dari pasien-pasien stroke. Kemudian untuk menentukan seorang pasien menderita stroke dokter akan melakukan serangkaian test laboraturium diantaranya, Computerized tomography, MRI scan, Computerized tomography dengan angiography, Angiogram Konvensional, Carotid Doppler ultrasound, Tes-Tes Jantung dan Tes-Tes Darah.
Minggu, 27 November 2011
SINTESIS, KARAKTERISASI, DAN REGENERASI POLIANILIN SERTA APLIKASINYA SEBAGAI SENSOR UAP AMONIA
SINTESIS, KARAKTERISASI, DAN REGENERASI POLIANILIN SERTA APLIKASINYA SEBAGAI SENSOR UAP AMONIA
Oleh
NI PUTU YULIASTRI
NI PUTU YULIASTRI
0817011007

JURUSAN KIMIA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS LAMPUNG
2011
I. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Dewasa ini, sering dilakukan pengembangan material fungsional yang dapat digunakan untuk lebih membantu manusia dalam banyak aspek karena karakter dan fungsinya yang signifikan secara kimia terhadap daya katalis, sensor (chemosensor dan biosensor), adsorpsi, dan lain-lain. Polimer konduktif merupakan salah satu jenis material fungsional. Polimer konduktif adalah polimer yang dapat menghantarkan arus listrik. Hantaran listrik terjadi karena ada elektron ikatan terdelokalisasi, yang mempunyai struktur pita seperti silikon. Polianilin (PANI) merupakan salah satu jenis polimer konduktif yang telah diteliti para ahli untuk berbagai macam aplikasi. Beberapa manfaat PANI antara lain sebagai lapisan kawat antikorosi, sebagai bahan elektroda pada baterai yang dapat diisi ulang dan sebagainya.
Film polianilin dapat digunakan untuk semua sensor solid dengan perolehan keuntungan sebaik konduktivitas ionik. Adanya ikatan n terkonjugasi pada polianilin mempakan keistimewaan yang dimilikinya sehingga menyebabkan polianilin dapat digunakan sebagai polimer konduktif. Bahan polimer konduktif ini sangat unik yaitu dapat mengalami perubahan sifat listrik dan optik yang dapat balik (reversible) melalui reaksi redoks dan doping-dedoping atau protonasi-deprotonasi sehingga sangat potensial dimanfaatkan pada berbagai aplikasi. Sejauh ini, bahan polianilin telah digunakan pada berbagai aplikasi seperti sensor kimia khususnya sensor gas, piranti elektrokromik, sel fotovoltaik, LED polimer dan baterai sekunder.
PANI termasuk polimer konduktif karena sintesisnya sederhana, stabilitas di lingkungan, dan konduktivitas listriknya cukup baik. Sifat listrik polianilin dapat dikontrol secara dapat balik melalui charge-transfer doping dan protonasi. Pembuatan polimer yang dilakukan pada temperatur kamar menunjukkan berat molekul yang rendah dan tapak yang cacat (defect sites). Polianilin biasanya disintesis melalui oksidasi monomer anilin secara kimia atau elektrokimia. Polianilin yang disintesis secara elektrokimia sulit untuk diproses karena kelarutannya yang rendah, sedangkan polianilin yang disintesis secara kimia memiliki berat molekul yang rendah, yang berakibat pada kekuatan mekaniknya rendah (Liu G., 1997 : 5660)..
Sensor digunakan untuk mendeteksi adanya perubahan lingkungan baik fisik atau kimia. Polusi udara dewasa ini memang sangat memprihatinkan terutama di kota-kota industri, dimana gas buang dari industri sangat bermacam-macam salah satunya adalah gas amoniak, yang merupakan gas dengan kadar racun yang tinggi. Oleh karena itu sensor untuk mendeteksi gas amoniak dibutuhkan untuk memonitoring tingkat konsentrasi dalam industri kimia, baik itu dalam produksi pakan ternak dan produksi pupuk dimana gas amoniak digunakan atau dihasilkan.
1.2 Tujuan Percobaan
Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah:
- Mengetahui cara sintesis polianilin
- Mengetahui karakterisasi senyawa polianilin
- Mempelajari metode modifikasi untuk meningkatkan kinerja polianilin
- Mengetahui cara regenerasi polianilin
II. ISI
2.1 Sintesis Polianilin
Polianilin dapat disintesis dengan dua cara, yaitu polimerisasi secara elektrokimia dan oksidasi kimia. Sintesis polianilin secara elektrokimia menyebabkan terjadinya perubahan konduktivitas sehingga dapat diaplikasikan sebagai elektroda karbon, membran redoks, sensor pH, dan sensor-sensor lainnya.. Sedangkan sintesis polianilin dilakukan dengan metode oksidasi kimia, oksidator yang digunakan adalah larutan kalium persulfat jenuh yang diasamkan dengan larutan HCl 1 M sedangkan monomer yang digunakan adalah anilin. Saat ini terdapat usaha-usaha untuk mengembangkan metoda baru untuk mensintesis polianilin agar memperoleh sifat mekanik yang lebih baik sementara mempertahankan konduktivitas yang tinggi. Strategi yang paling umum yang diimplementasikan adalah mengubah agen pengoksidasi yang digunakan dalam reaksi polimerisasi kimia. Sebagai contoh, telah ditunjukkan bahwa bila (NH4)S2O8 atau K2Cr2O7 digunakan, berat molekul yang tinggi dapat dicapai dengan menurunkan temperatur polimerisasi sampai di bawah 0oC.
Penelitian yang dilakukan oleh Tockary (2005), yaitu melakukan polimerisasi dengan mereaksikan anilin langsung dengan ammonium peroksodisulfat. Namun sifat anilin yang kurang stabil saat disimpan menyebabkan pemurnian anilin harus dilakukan berulang kali sebelum dilakukan polimerisasi. Oleh sebab itu, dilakukan modifikasi terhadap anilin yaitu dengan cara menggunakan dopan berupa HCl sehingga akan membentuk garam anilinium klorida berupa endapan. Polimerisasi film polianilin dilakukan secara in situ.
Polimerisasi dilakukan dengan mengacu pada pedoman teknis IUPAC untuk polimerisasi anilin, yaitu dengan mencampurkan 50 mL masing-rnasing larutan yang mengandung 25 mmol amonium persulfat (APS) dan larutan 20 mmol anilin dalam gelas piala disertai dengan pengadukan. Sebelurnnya, plastik milar berukuran 1x7 em sudah dimasukkan pada gelas piala, dirnana reaksi polimerisasi dalam larutan akan berlangsung. Hal ini dilakukan karena polimerisasi yang terjadi diharapkan selain membentuk endapan PANI dalam fasa aqueous, juga membentuk lapisan PANI pada plastik milar dalam kondisi in situ. Pengadukan dilakukan selarna berlangsungnya proses polimerisasi, dan dihentikan saat larutan berubah menjadi berwarna merah muda. Larutan selanjutnya dibiarkan tanpa pengadukan dan polimerisasi dibiarkan untuk terus berlanjut. Apabila reaksi sudah dianggap selesai, endapan PANI yang terbentuk disaring, dibilas dengan HCI 0,2 N dan aseton, untuk selanjutnya dikeringkan dalam oven pada suhu 60oC. Plastik milar yang sudah dilapisi PANI (film PANI) dicuci dengan air, dicelupkan dalam HCI 0,2 N, dan dikeringkan dalam udara..
Berdasarkan tingkat oksidasinya, polianilin dapat disintesis dalam beberapa bentuk isolatifnya yaitu leucomeraldine base (LB) yang tereduksi penuh, emeraldine base (EB) yang teroksidasi setengah dan pernigraniline base (PB) yang teroksidasi penuh. Dari tiga bentuk ini, EB yang paling stabil dan juga paling luas diteliti karena konduktivitasnya dapat diatur dari 10-10 S/cm hingga 100 S/cm melalui doping, sedangkan bentuk LB dan PB tidak dapat dibuat konduktif. Bentuk EB dapat dibuat konduktif dengan doping asam protonik seperti HCl, dimana proton-proton ditambahkan ke situs-situs –N=, sementara jumlah elektron pada rantai tetap. Bentuk konduktif dari EB disebut emeraldine salt (ES). Bentuk dasar EB berubah menjadi ES melalui reaksi oksidasi dengan asam-asam protonik seperti HCl, sebaliknya bentuk ES dapat dikembalikan menjadi bentuk EB melalui reaksi reduksi dengan agen reduktan seperti NH4OH, seperti ditunjukkan pada Gambar 1. Kedua proses ini disebut juga proses protonasi-deprotonasi atau doping-dedoping. Kedua bentuk emeraldine memiliki sifat listrik yang berkebalikan, EB yang isolatif dan ES yang konduktif atau semikonduktif. Derajat konduktivitas emeraldine ini bergantung pada tingkat doping yang diberikan, yaitu jumlah proton (H+) yang didopingkan ke dalam struktur emeraldine. Sifat optiknya juga berbeda untuk kedua bentuk emeraldine, yaitu EB berwarna biru sedangkan ES berwarna hijau sehingga karakteristik absorpsi optiknya berbeda. Sifat listrik (konduktivitas) dan optik (indeks bias dan absorpsivitas) emeraldine dapat divariasikan melalui reaksi oksidasi reduksi oleh agen-agen oksidan dan reduktan. Karakteristik ini dapat dimanfaatkan untuk sensor kimia.


Gambar 1 Reaksi protonasi-deprotonasi polianilin
2.2 Modifikasi Polianilin
Polianilin dapat dimodifikasi dengan material lainnya untuk menambah kinerja material fungsional tersebut. Modifier tersebut berupa surfaktan, dopan senyawa anorganik HCl ataupun dopan senyawa organik yaitu asam asetat, dan asam propionat yang mempunyai gugus fungsi yang khas untuk menjalankan fungsinya secara sensitif dan selektif.
2.2.1 Modifikasi dengan Surfaktan
Surfaktan adalah akronim dari surface active agent, zat aktif permukaan, yaitu senyawa yang bila dalam konsentrasi rendah pada sistem, akan bertindak sebagai adsorben, mengadsorbsi permukaan (surface) atau batas antar muka (interface) dalam sistem, serta mengubah energi bebasnya.
Molekul surfaktan memberikan efek hidrofobik, dengan mengontrol katalisis elektrokimia, mempengaruhi orientasi dan kelarutan pada media misel dan akan menghasilkan film PANI yang bagus. Salah satu contoh, polypyrrole yang ditumbuhkan dengan adanya surfaktan anionik amphipathic, dapat menaikkan konduktivitas dan aktivitas. Dari percobaan yang dilakukan oleh Heeger, dilaporkan bahwa konduktivitas PANI meningkat hingga 400Scm-1 pada larutan dengan anion CAS (Camphore Sulfonic Acid) dan 250Scm-1 dengan adanya DBSA sebagai dopant. Adanya dopant menghasilkan film dengan kualitas tinggi dan mengurangi ketidakteraturan. Dengan adanya surfaktan agent, terjadi penurunan energi bebas sistem, dimana terjadi interaksi antara surfaktan dengan polimer elektrokimia seperti PANI, akan mengubah sifat makro dan mikro.
Faktor yang mempengaruhi asosiasi PANI-surfaktan adalah gaya ikatan van der waals, elektrostatik dipolar dan efek hidrofobik surfaktan. SDS adalah anion surfaktan yang dapat mengubah konformasi rantai PANI sehingga meningkatkan konduktivitasnya. Dalam proses polimerisasi, kehadiran dari anion surfaktan dapat mempengaruhi kecepatan polimerisasi dan keseragaman film yang dihasilkan. Misel anionik dari SDS dapat mengkatalisis proses elektropolimerisasi anilin dan meningkatkan elektroaktivitas serta keseragaman film. Adanya doping anion surfaktan pada film PANI, akan meningkatkan penampilan dan kualitas film.
2.2.2 Modifikasi dengan Dopan Asam Asetat dan Asam Propionat
Penambahan dopan asam asetat maupun asam propionat ke dalam anilin menyebabkan terjadinya campuran dua fasa yang disebabkan oleh perbedaan sifat kepolaran dari anilin dan asam yang ditambahkan. Namun, penambahan asam-asam tersebut hingga saat ekivalen menjadikan larutan tersebut berubah menjadi satu fasa. Oleh karena itu, garam anilinium asetat maupun anilinium propionat yang terbentuk merupakan garam terlarut yang disebabkan garam tersebut sulit untuk beragregasi membentuk endapan karena pelarut lebih suka mensolvasi garam-garam tersebut.
2.2.3 Modifikasi dengan Dopan HCl
Polianilin terdapat dalam berbagai derajat oksidasi dan protonasi. Kedua hal ini menentukan bentuk dan sifat kimia polianilin. Berdasarkan derajat oksidasinya, polianilin dapat ditemukan dalam tiga bentuk, yakni
- Pemigranilin (bentuk teroksidasi penuh)
- Emeraldin (bentuk setengah teroksidasi)
- Leukoemeraldin (bentuk tereduksi penuh)
Dari tiga bentuk ini, EB yang paling stabil dan juga paling luas diteliti karena konduktivitasnya dapat diatur dari 10-10 S/cm hingga 100 S/cm melalui proses doping, sedangkan bentuk LB dan PB tidak dapat dibuat konduktif. Bentuk EB dapat dibuat konduktif dengan proses doping asam protonik seperti HCl, dimana proton-proton ditambahkan ke situs-situs –N=, sementara jumlah elektron pada rantai tetap. Bentuk konduktif dari EB disebut emeraldine salt (ES). Bentuk dasar EB berubah menjadi ES melalui reaksi oksidasi dengan asam-asam protonik seperti HCl, sebaliknya bentuk ES dapat dikembalikan menjadi bentuk EB melalui reaksi reduksi dengan agen reduktan seperti NH4OH. Kedua proses ini disebut juga proses protonasi-deprotonasi atau doping-dedoping (Gambar 1). Kedua bentuk emeraldine memiliki sifat listrik yang berkebalikan dimana EB merupakan bentuk isolatif dan ES merupakan bentuk konduktif. Derajat konduktivitas emeraldine ini bergantung pada tingkat/konsentrasi dopant yang diberikan, yaitu jumlah proton (H+) yang dimasukkan ke dalam struktur emeraldine.
Pada saat protonasi, terjadi perubahan pada atom nitrogen imine (pada cincin quinoid), terjadi secara cepat relaksasi geometri, menghasilkan transisi dalam quinoid menjadi benzenoid (lihat Gambar 2), peristiwa ini dikenal dengan bipolaron. Pembawa muatan bipolaron memiliki energi yang tinggi dan terjadi dalam waktu yang singkat. Penyebaran kembali muatan dan spin menghasilkan sebuah polaron sebagai pembawa muatan yang lebih stabil.

Gambar 2. Transisi bipolaron dan polaron
2.3 Karakterisasi Polianilin
Hasil scanning permukaan film polianilin dapat diamati menggunakan SEM, sedangkan vibrasi yang terjadi selama proses polimerisasi dapat diamati melalui karakterisasi FT-IR, XRD dilakukan untuk mengetahui kristalinitas sampel polianilin, dan spektra serat optik dilakukan untuk mengetahui kristalinitas sampel polianilin.
2.3.1 Karaktersisasi dengan SEM
Scanning Electron Microscopy (SEM) merupakan sejenis mikroskop yang menggunakan elektron sebagai pengganti cahaya untuk melihat benda dengan resolusi tinggi. Analisis SEM bermanfaat untuk mengetahui mikrostruktur (termasuk porositas dan bentuk retakan) benda padat. Berkas sinar elektron dihasilkan dari filamen yang dipanaskan, disebut lectron gun..Hasil scanning permukaan substrat yang dilapisi film polianilin menunjukkan tingginya indeks polidispers yang dibentuk oleh dopan asam lemah memudahkan terjadinya distribusi sehingga produk yang terbentuk adalah polimer. Oleh karena itu, bentuk yang terlihat adalah nanotube (Stejskal, 2008). Hasil penelitian Herlianti (2007) menyebutkan bahwa substrat yang bersifat hidrofob akan semakin mempercepat laju pertumbuhan rantai polimer pada substrat tersebut.

Gambar 3. Citra SEM permukaan polianilin
2.3.2 Karakterisasi dengan FT-IR
Uji spektroskopi inframerah bertujuan untuk melihat gugus fungsional sampel polianilin yang telah disintesis. Gambar 4 memperlihatkan spektrum transmitans inframerah sampel polianilin dengan pita-pita absorpsi karakteristik yang bersesuaian dengan gugus fungsional polianilin. Pada kurva, tampak pita absorpsi karakteristik polianilin pada bilangan gelombang 1561 cm-1 dan 1460 cm-1, yang masing-masing ditandai sebagai vibrasi stretching C=C dari cincin-cincin quinoid (N=Q=N) dan cincin-cincin benzoid (N-B-N) sebagai backbone polianilin. Puncak karakteristik pada 1400 cm-1 merupakan vibrasi stretching gugus amonium aromatik, dan karakteristik pada 1294 cm-1 bersesuaian dengan vibrasi stretching C-N [24]. Sedangkan puncak kuat 1120 cm-1 bersesuaian dengan stretch C=N cincin quinoid terprotonasi, diyakini sebagai puncak karakteristik dan justifikasi kondisi konduktif polianilin. Hasil ini sesuai dengan kondisi síntesis sampel dimana polianilin didoping dengan HCl sebagai sumber proton (H+) sehingga menghasilkan bentuk konduktif polianilin (Emeraldine salt).

Gambar 4 Spektra transmitans FTIR sampel polianilin
Sedangkan untuk sintesis polianilin dengan pemberian dopan berupa asam asetat maupun propionat yang merupakan suatu asam organik dapat menghasilkan spektrum FT-IR, serapan 1247, 66 cm-1 mengindikasikan adanya ester asetat (CH3CO-O-R), 1307,8 cm-1 menunjukkan adanya ester asam aromatik, yaitu interaksi antara gugus karboksilat asam asetat/asam propionat dengan gugus amina dari anilin. Serapan 1574, 55 cm-1 mengindikasikan adanya gugus amina.
2.3.3 Kristalografi Polianilin
Karakterisasi XRD dilakukan untuk mengetahui kristalinitas sampel polianilin. Pola difraksi (difraktogram) sampel nanoserat polianilin pada Gambar 5, memperlihatkan tiga puncak difraksi pada sudut 2θ=14,5o, 19,6o dan 25,5o. Pola difraksi ini mengindikasikan struktur kristal parsial atau semikristalin dari polianilin. Puncak pada 2θ=19,6o diakibatkan oleh periodisitas yang sejajar terhadap cincin polimer polianilin, sedangkan puncak pada 2θ=25,5o diakibatkan oleh periodisitas yang tegak lurus terhadap cincin polimer polianilin. Pola difraksi yang melebar mengindikasikan struktur polianilin nanokristal.

Gambar 5. Pola difraksi sinar-X sampel polianilin
2.3.4 Spektra absorpsi optic
Uji spektroskopi optik dimaksudkan untuk melihat karakteristik serapan (absorpsi) optik polianilin pada rentang cahaya tampak (visible) hingga inframerah dekat. Spektrum absorpsi film polianilin hasil casting pada substrat kaca diambil sebelum dan setelah diberi perlakuan uap amonia. Kurva spektrum absorbansi spesifik film polianilin berdoping sebelum dan setelah perlakuan uap amonia dan aseton ditunjukkan pada Gambar 6. Film polianilin sebelum perlakuan uap kimia memiliki dua pita absorpsi yaitu yang berpusat pada sekitar 420 nm dan spektrum lebar antara 700-900 nm yang mengindikasikan bentuk polianilin teroksidasi atau bentuk ES polianilin. Spektrum absorpsi ini bersesuaian
dengan transisi elektronik pita polaron di dalam bahan polianilin. Absorpsi pada pita 420 bersesuaian dengan transisi polaron-π*, sedangkan transisi pada sekitar 800 nm bersesuaian dengan transisi pita π-polaron. Pita absopsi film polianilin ini juga bersesuaian dengan warna hijau polianilin berdoping, yaitu bentuk emeraldine salt (ES), sehingga tidak menyerap spektrum hijau namun menyerap dengan kuat spektrum biru dan merah hingga inframerah dekat.
Ketika diekspose dengan uap amonia, film polianilin mengalami deprotonasi yaitu pelepasan proton (H+) yang diikuti pengikatan OH- dari uap larutan NH4OH, akibatnya polianilin berubah menjadi emeraldine base (EB) yang berwarna biru. Implikasinya, spektrum absorpsinya bergeser ke arah panjang gelombang lebih pendek sehingga tidak lagi menyerap spektrum biru namun menyerap dengan kuat spektrum yang cukup lebar dari hijau hingga merah (640-900 nm), seperti ditunjukkan pada Gbr. 6. Selain itu, akibat deprotonasi atau dedoping dengan uap amonia melalui pelepasan proton (H+) dan pengikatan OH-, struktur elektronik polianilin berubah yang mengakibatkan celah pita energinya melebar. Akibatnya, spektrum absorpsinya bergeser ke daerah panjang gelombang lebih pendek, artinya celah pita energi optiknya berkurang ketika didoping atau diprotonasi. Lekha dkk melaporkan nilai energi celah pita optik polianilin tanpa doping adalah sekitar 1,68 eV dan berkurang menjadi 1.41 eV setelah didoping dengan asam tungstophosphoric. Perubahan spektra absorpsi sampel polianilin terhadap perlakuan uap amonia mengindikasikan dapat diterapkan sebagai sensor optik
uap amonia.

Gambar 6. Spektrum absorpsi film polianilin tanpa dan dengan perlakuan uap amonia
2.4 Aplikasi Film Polianilin sebagai Sensor Kualitatif Uap Amonia
Film polianilin hasil polimerisasi anilium asetat maupun anilinium propionat diujicobakan sebagai sensor uap amonia dengan mengamati perubahan hantaran yang terjadi saat film polianilin dialiri dan tidak dialiri uap amonia. Pada menit ke-0 kedua film diukur di udara tanpa adanya uap amonia. Pada menit ke-1 sampai menit ke-5, kedua film dialiri uap amonia.
Saat film polianilinium asetat diberikan uap amonia, terjadi kenaikan hambatan pada film tersebut, sedangkan penurunan terjadi pada saat pengukuran hambatan film polianilinium propionat saat diberikan uap amonia. Hal ini mengindikasikan terjadinya penurunan hantaran film polianilinium asetat oleh uap amonia sedangkan kenaikan hantaran terjadi pada film polianilinium propionat.
Perbedaan tersebut terjadi atas dasar kemudahan dopan berinteraksi dengan uap amonia yang diberikan. Gugus asetat yang sedikit lebih polar dibanding propionat, dapat lebih mudah berinteraksi dengan NH3 yang berasal dari uap amonia sehingga sifat menghantar polianilin yang terbentuk semakin berkurang.
Pada sensor gas atau uap, proses awal yang terjadi pada mekanisme sensing hádala proses difusi gas atau uap ke dalam material sensor. Proses ini harus berlangsung cepat untuk mendapatkan sensitivitas dan waktu respon tersingkat. Penggunaan polianilin sebagai sensor kimia yaitu dalam sistem serat optik untuk mendeteksi uap amonia. Sistem sensor ini menggunakan material nanostruktur (nanofiber) polianilin sebagai cladding modifikasi pada serat optik untuk meningkatkan kinerja sensor dalam hal sensitivitas, responsivitas, dan reversibilitas.
Pada film polianilin, pengukuran penyerapan cahaya dilakukan setelah film itu terkena uap HCl dan NH3. Perbedaan spectra menunjukkan bahwa uap HCl dan NH3 memicu perbedaan struktur band dan konformasi polimer. Oleh karena itu, sifat optik film berubah ketika film beralih dari satu keadaan (didoped oleh HCl) ke keadaan lain (de-doped oleh NH3). Pengukuran indeks bias oleh ellipsometry menunjukkan bahwa indeks bias berubah dari 2,43 (didoped oleh HCl) ke 1.95 (de-doped oleh NH3).
Polianilin sebagai salah satu polimer konduktif, mencapai konduktivitas elektrikal dengan menciptakan pembawa muatan melalui doping tipe-p (lubang) atau tipe-n (elektron) dari polimer yang dikonjugasikan tulang punggung. Polianiline merupakan polimer ini dapat diolah dari berbagai proses redoks atau oksidasi parsial elektrokimia atau pengurangan parsial. Ada juga bukti proses non-redoksdoping. Proses doping-dedoping ini menghasilkan perubahan reversibel atau ireversibel dalam sifat-sifat listrik dan optik polimer ini, maka bahan-bahan dapat diaplikasi dalam device electrochromic dan sensor kimia optik.
2.5 Regenerasi Polianilin
Polianilin dapat diregenerasi selama perlakuan asam basa dari sampel yang disiapkan melalui fraksinasi vakum deposisi termal. Namun terdapat kelemahan dari metode regenerasi ini yaitu konduktivitasnya menjadi berkurang lima kali lipat.
III. PENUTUP
Polianilin dapat disintesis baik melalui reaksi polimerisasi secara elektrokimia maupun reaksi oksidasi kimia. Selain itu polianilin dapat dimodifikasi dengan material lainnya berupa surfaktan, dopan senyawa anorganik HCl ataupun dopan senyawa organik yaitu asam asetat, dan asam propionat yang mempunyai gugus fungsi yang khas untuk menjalankan fungsinya secara sensitif dan selektif sehingga dapat menambah kinerja polianilin. Dalam hal ini, polianilin yang hasil sintesis dapat digunakan sensor kualitatif uap amonia. Karakterisasi terhadap polianilin hasil sintesis dilakukan yaitu menggunakan SEM untuk mengamati scanning permukaan film polianilin, sedangkan vibrasi yang terjadi selama proses polimerisasi dapat diamati melalui karakterisasi FT-IR, XRD dilakukan untuk mengetahui kristalinitas sampel polianilin, dan spektra serat optik dilakukan untuk mengetahui kristalinitas sampel polianilin. Polianilin dapat diregenerasi selama perlakuan asam basa dari sampel yang disiapkan melalui fraksinasi vakum deposisi termal.
DAFTAR PUSTAKA
Kertati, Santi. 2008. Sintesis dan Karakterisasi Polianilin dari Anilinium Asetat dan Anilinium Propionat serta Aplikasinya Sebagai Sensor Uap Amonia. (Skripsi). Universitas Indonesia. Depok
Liu G, Freund, M.S. 1997. New Approach for the Controlled Cross-Linking of Polyaniline : Synthesis and Characterization. Macromolecules, 30, 5660-5665
M. Zainul Asrori, Andry Permana, Devi Sukma, Darminto. 2008. Sintesis dan Karakterisasi Nanoserat Polianilin, 2, 74-78
Maddu, Akhiruddin. 2007. Pengembangan Sensor Serat Optik Dengan Cladding Termodifikasi Polianilin Nanostruktur Untuk Mendeteksi Beberapa Uap Kimia. Universitas Indonesia. Depok.
Langganan:
Postingan (Atom)

