Jumat, 18 Februari 2011

Pernah Terpikir

Bedanya cinta pertama ma pacar pertama apa?
Perasaan yg dirasa sama za.....
sama2 deg2an kalo' inget lg....
sama2 bwt kesel jg....
sama2 super nyebelin.....
yg msh b'kesan siyh cinta pertama.....
gag bsa b'sama karna suatu perbedaan yg mutlak....
kalo' udah ngomongin agama siyh, ribet bgt dah urusan'y....
hohoho....

tp kalo pacar pertama,
laen lg nih cerita'y....
we have to desperate because my parents aren't agree with him....
haaaah,
ribet jg t'nyata......
kesalahan sama yg gw lakuin.....
knapa musti slalu anak t'akhir?
duh,emg gw bner2 bego gag ketulungan nih agak'y....
sadar mba'...
sadar dikit lha,
aje gile luw mah...
PARAAAAAAAAAAAAAH....

Rabu, 16 Februari 2011

Kimia Quantum


Nama   : Ni Putu Yuliastri
NPM   : 0817011007


RANGKUMAN MATERI KIMIA FISIK III


Dualisme gelombang-partikel menyatakan bahwa sebuah objek dapat berperilaku baik sebagai gelombang maupun partikel. Ada tiga macam gerakan dasar molekul yaitu:
1.      translasi
2.      vibrasi
3.      rotasi
ketiganya merupakan cara molekul menyimpan energinya.

Untuk gerakan translasi yaitu seperti gerakan partikel dalam kotak dimana partikel dengan massa m terkurung di antara dua dinding pada x=0 dan x=L. Di dalam sumur kotak tak terhingga, energi potensial partikel di dalam kotak bernilai nol, tetapi mendadak naik sampai tak terhingga pada dindingnya.  Selain itu, untuk gerakan dalam dua dimensi di dalam kotak dimana partikel terkurung di dalam permukaan empat persegi panjang dengan panjang L1 pada arah-x dan L2 pada arah-y dan energi potensialnya nol di setiap tempat kecuali pada dinding, besarnya tak terhingga. Begitu juga dengan peristiwa Penerobosan. Sedangkan untuk gerakan vibrasi, contohnya yaitu pada osilator harmonik. Partikel mengalami gerakan harmonis jika partikel itu mendapat gaya pemulih yang sebanding dengan pergerserannya. Dan untuk gerakan rotasi yaitu gerak rotasi dalam dua dimensi dan dalam tiga dimensi. Untuk gerak rotasi 2 dimensi, yaitu contohnya gerak rotasi pada lingkaran dimana partikel dengan massa m bergerak pada lintasan melingkar dengan radius r. Makin kecil panjang gelombang partikel pada cincin, momentum sudutnya akan makin besar. Dalam hal ini, momentum sudut dapat terkuantisasi. Selanjutnya untuk gerak rotasi 3 dimensi, yaitu misalnya pada bola. Bila diamati sebuah titik brmassa yang bebas bergerak pada permukaan bola yang jari-jarinya r.

Penjelasan tentang struktur atom yang lebih lengkap diperlukan untuk mengetahui struktur yang lebih detil tentang elektron di dalam atom. Model atom yang lengkap harus dapat menerangkan misteri efek Zeeman dan sesuai untuk atom berelektron banyak. Dua gejala ini tidak dapat diterangkan oleh model atom Bohr. Efek Zeeman Spektrum garis atomik teramati saat arus listrik dialirkan melalui gas di dalam sebuah tabung lecutan gas. Garis-garis tambahan dalam spektrum emisi teramati jika atom-atom tereksitasi diletakkan di dalam medan magnet luar. Satu garis di dalam spektrum garis emisi terlihat sebagai tiga garis (dengan dua garis tambahan) di dalam spektrum apabila atom diletakkan di dalam medan magnet. Terpecahnya satu garis menjadi beberapa garis di dalam medan magnet dikenal sebagai efek Zeeman. Pemisahan garis spektrum atomik di dalam medan magnet pemisahan garis spektrum atomik di dalam medan magnet Efek Zeeman tidak dapat dijelaskan menggunakan model atom Bohr. Dengan demikian, diperlukan model atom yang lebih lengkap dan lebih umum yang dapat menjelaskan efek Zeeman dan spektrum atom berelektron banyak.

Dalam skala atomik, elektron dapat kita tinjau sebagai gejala gelombang yang tidak memiliki posisi tertentu di dalam ruang. Posisi sebuah elektron diwakili oleh kebolehjadian atau peluang terbesar ditemukannya elektron di dalam ruang. Demi mendapatkan penjelasan yang lengkap dan umum dari struktur atom, prinsip dualisme gelombang-partikel digunakan. Di sini gerak elektron digambarkan sebagai sebuah gejala gelombang. Persamaan dinamika Newton yang sedianya digunakan untuk menjelaskan gerak elektron digantikan oleh persamaan Schrodinger yang menyatakan fungsi gelombang untuk elektron. Model atom yang didasarkan pada prinsip ini disebut model atom mekanika kuantum. posisi dan keberadaan elektron di dalam atom dinyatakan sebagai peluang terbesar elektron di dalam atom posisi dan keberadaan elektron di dalam atom dinyatakan sebagai peluang terbesar elektron di dalam atom

Persamaan Schrodinger untuk elektron di dalam atom dapat memberikan solusi yang dapat diterima apabila ditetapkan bilangan bulat untuk tiga parameter yang berbeda yang menghasilkan tiga bilangan kuantum. Ketiga bilangan kuantum ini adalah bilangan kuantum utama, orbital, dan magnetik. Jadi, gambaran elektron di dalam atom diwakili oleh seperangkat bilangan kuantum ini. Bilangan Kuantum Utama Dalam model atom Bohr, elektron dikatakan berada di dalam lintasan stasioner dengan tingkat energi tertentu. Tingkat energi ini berkaitan dengan bilangan kuantum utama dari elektron. Bilangan Kuantum Orbital Elektron yang bergerak mengelilingi inti atom memiliki momentum sudut. Efek Zeeman yang teramati ketika atom berada di dalam medan magnet berkaitan dengan orientasi atau arah momentum sudut dari gerak elektron mengelilingi inti atom. Terpecahnya garis spektum atomik menandakan orientasi momentum sudut elektron yang berbeda ketika elektron berada di dalam medan magnet. Tiap orientasi momentum sudut elektron memiliki tingkat energi yang berbeda. Meskipun kecil perbedaan tingkat energi akan teramati apabila atom berada di dalam medan magnet. Model atom mekanika kuantum dapat digunakan untuk menggambarkan struktur atom untuk atom berelektron banyak.

Suatu partikel yang mempunyai massa m dan bergerak dengan kecepatan v, maka akan mempunyai momentum sebesar p. Dasar dari mekanika kuantum adalah bahwa energi itu tidak kontinyu, tapi diskrit berupa 'paket' atau 'kuanta'. Konsep ini revolusioner bertentangan dengan fisika klasik yang berasumsi bahwa energi itu berkesinambungan. Pada tahun 1900, Max Planck memperkenalkan ide bahwa energi dapat dibagi-bagi menjadi beberapa paket atau kuanta. Ide ini secara khusus digunakan untuk menjelaskan sebaran intensitas radiasi yang dipancarkan oleh benda hitam. Pada tahun 1905, Albert Einstein menjelaskan efek fotoelektrik dengan menyimpulkan bahwa energi cahaya datang dalam bentuk kuanta yang disebut foton. Pada tahun 1913, Niels Bohr menjelaskan garis spektrum dari atom hidrogen, lagi dengan menggunakan kuantisasi. Pada tahun 1924, Louis de Broglie memberikan teorinya tentang gelombang benda.
Teori-teori di atas, meskipun sukses, tetapi sangat fenomenologikal: tidak ada penjelasan jelas untuk kuantisasi. Mereka dikenal sebagai teori kuantum klasik. Mekanika klasik hanyalah merupakan pemerian yang mendekati mengenai gerakan partikel, tetapi gagal jika menyangkut massa yang kecil, momen inersia yang kecil, dan transfer energi yang kecil. Mekanika kuantum modern lahir pada tahun 1925, ketika Werner Karl Heisenberg mengembangkan mekanika matriks dan Erwin Schrödinger menemukan mekanika gelombang dan persamaan Schrödinger. Schrödinger beberapa kali menunjukkan bahwa kedua pendekatan tersebut sama.

Sifat Partikel Cahaya
a.   Radiasi Benda Hitam
Dalam suatu sistem apabila energi terjadi secara kontinu, maka tidak mungkin   diterangkan distribusi energi radiasi yang dicerminkan black-body pada temperatur tertentu. Max Planck mempelajari radiasi benda hitam dari sudut termodinamika, di mana pada tahun 1900. Naik atau turunnya energi tidak terjadi secara kontinu sehingga energi rata-rata osilator adalah
ε =   hv
                                                              e(hv/kt)

di mana k= konstanta Boltzman = 1,381x10-23 J/K

b.      Efek Photolistrik
1. Elektron yang dipancarkan merupakan fungsi frekuensi cahaya yang  jatuh pada logam tersebut. Sedangkan jumlah elektronnya sebanding dengan intensitas cahaya.

2. Tidak ada waktu luang diantara jatuhnya cahaya pada lempeng tersebut dengan pemencaran elektron asalkan E foton lebih besar dari E minimum yang dibutuhkan untuk memancarkan elektron.
Emin = Wo dengan Wo = hVo ( ambang batas )
E = Ek + V
h.f = Ek + hVo
h.f = ½ mv2+ hVo    ( energi foton )

Teori Max Planck
Sampai tahun 1900, ahli fisika menganggap bahwa radiasi elektromagnet bersifat kontinu. hingga Max Planck mengajukan gagasan bahwa radiasi elektromagnet bersifat diskret (suatu benda hanya dapat memancarkan atau menyerap radiasi elektromagnet dalam ukuran atau partikel-partikel kecil dengan nilai tertentu. Partikel energi itu dinamakan kuantum. Kemudian Einstein membuktikan teori tersebut dengan menyatakan bahwa radiasi elektromagnet mempunyai sifat partikel. Partikel ini dinamakan foton.Besar energi dalam satu partikel (kuantum ataupun foton) bergantung pada frekuensi atau panjang gelombang radiasinya.

Prinsip Ketidakpastian
Dari yang telah dipelajari tentang gelombang materi, kita dapat mengamati bahwa kehati-hatian harus diberikan bila teori dunia makroskopik akan diterapkan di dunia mikroskopik. Fisikawan Jerman Werner Karl Heisenberg (1901-1976) menyatakan tidak mungkin menentukan secara akurat posisi dan momentum secara simultan partikel yang sangat kecil semacam elektron. Untuk mengamati partikel, seseorang harus meradiasi partikel dengan cahaya. Tumbukan antara partikel dengan foton akan mengubah posisi dan momentum partikel.

Mekanika kuantum dengan persamaan schrodinger
1.      Jika suatu sistem terdiri dari partikel (N), maka uraian fisik dari partikelnya atau sifatnya dapat dihitung dari fungsi gelombang ()
2. Fungsi gelombang adalah suatu fungsi dengan 3N partisi koordinat dan waktu.
           

Dan probabilitas atau peluang (p) adalah menemukan sebuah partikel dalam suatu volum tertentu.

Spektra atom Hidrogen

Mekanika kuantum menjelaskan struktur elektron sebuah atom, yaitu susunan electron di sekitar inti. Konsep ini dapat diterapkan baik pada lingkup hidrogenik maupun atom berelektron banyak. Atom hidrogenik merupakan atom yang berelektron tunggal. Atom hidrogenik inilah yang kemudian memberikan konsep lainnya yang digunakan untuk menjelaskan struktur atom berelektron banyak dan juga struktur molekul.






Sabtu, 12 Februari 2011

Kegunaan Kromium


,1. (Kromium VI, III) electroplating
Kromium (VI) dan kromium (III) digunakan untuk menyepuh logam (electroplating). Dalam teknologi pengerjaan logam, proses electroplating dikategorikan sebagai proses pengerjaan akhir (metal finishing). Secara sederhana, electroplating dapat diartikan sebagai proses pelapisan logam, dengan menggunakan bantuan arus listrik dan senyawa kimia tertentu guna memindahkan partikel logam pelapis ke material yang hendak dilapis.
Pelapisan logam dapat berupa lapis seng (zink), galvanis, perak, emas, brass, tembaga, nikel dan krom. Penggunaan lapisan tersebut disesuaikan dengan kebutuhan dan kegunaan masing-masing material. Perbedaan utama dari pelapisan tersebut selain anoda yang digunakan, adalah larutan elektrolisisnya. Dalam penelitian yang baru belakangan ini (tahun 2004), dilakukan oleh Tadashi Doi dan Kazunari Mizumoto, mereka menemukan larutan baru (elektrolisis) yang dinamakan larutan citrate ( kekerasan deposit mencapai 440 VHN).

Proses electroplating mengubah sifat fisik, mekanik, dan sifat teknologi suatu material. Salah satu contoh perubahan fisik ketika material dilapis dengan nikel adalah bertambahnya daya tahan material tersebut terhadap korosi, serta bertambahnya kapasitas konduktifitasnya. Adapun dalam sifat mekanik, terjadi perubahan kekuatan tarik maupun tekan dari suatu material sesudah mengalami pelapisan dibandingkan sebelumnya.
Karena itu, tujuan pelapisan logam tidak luput dari tiga hal, yaitu untuk meningkatkan sifat teknis/mekanis dari suatu logam, yang kedua melindungi logam dari korosi, dan ketiga memperindah tampilan (decorative)

Prinsip Dasar Electroplating Kita mengenal istilah anoda, katoda, larutan elektrolit. Ketiga istilah tersebut digunakan seluruh literatur yang berhubungan dengan pelapisan material khususnya logam dan diilustrasikan seperti pada
• Anoda adalah terminal positif, dihubungkan dengan kutub positif dari sumber arus listrik. Anoda dalam larutan elektrolit ada yang larut dan ada yang tidak. Anoda yang tidak larut berfungsi sebagai penghantar arus listrik saja., sedangkan anoda yang larut berfungsi selain penghantar arus listrik, juga sebagai bahan baku pelapis.
• Katoda dapat diartikan sebagai benda kerja yang akan dilapisi, dihubungkan dengan kutub negatif dari sumber arus listrik. • Elektrolit berupa larutan yang molekulnya dapat larut dalam air dan terurai menjadi partikel-partikel yang bermuatan positf atau negatif. Karena electroplating adalah suatu proses yang menghasilkan lapisan tipis logam di atas permukaan logam lainnya dengan cara elektrolisis, maka perlu kita ketahui skema proses electroplating tersebut.

Skema Proses Electroplating
 Perpindahan ion logam dengan bantuan arus listrik melalui larutan elektrolit sehinnga ion logam mengendap pada benda padat yang akan dilapisi. Ion logam diperoleh dari elektrolit maupun berasal dari pelarutan anoda logam di dalam elektrolit. Pengendapan terjadi pada benda kerja yang berlaku sebagai katoda.Mekanisme terjadinya pelapisan logam adalah dimulai dari dikelilinginya ion-ion logam oleh molekul-molekul pelarut yang mengalami polarisai. Di dekat permukaan katoda, terbentuk daerah Electrical Double Layer (EDL) yang bertindak seperti lapisan dielektrik. Adanya lapisan EDL memberi beban tambahan bagi ion-ion untuk menembusnya. Dengan gaya dorong beda potensial listrik dan dibantu oleh reaksi-reaksi kimia, ion-ion logam akan menuju permukaan katoda dan menangkap electron dari katoda, sambil mendeposisikan diri di permukaan katoda. Dalam kondisi equilibrium, setelah ion-ion mengalami discharge menjadi atom-atom kemudian akan menempatkan diri pada permukaan katoda dengan mula-mula menyesuaikan mengikuti susunan atom dari material katoda.

Penggunaan kromium yang sangat terkenal adalah penyepuhan kromium (chromium plating). Efek penting dalam penyepuhan ini adalah dekoratif dan sifat kekerasan. Lapisan kromium itu indah, tidak kusam, dan memberi efek tahan panas, tahan pakai, tahan korosi serta bersifat keras. Penyepuhan kromium banyak digunakan pada peralatan sehari-hari, dan kendaraan bermotor. 

Elektrolit dibuat dengan melarutkan kromium (VI) oksida, CrO3, dalam air sehingga membentuk asam dikromat H2Cr2O7. Dalam penyepuhan ini sebagai katalis ditambah sedikit H2SO4 untuk mempercepat pelapisan kromium. Proses penyepuhan ini berbeda dari penyepuhan lainnya. Sebagai anode tidak digunakan logam kromium karena logam ini mudah melarut dalam larutan asam. Anode yang digunakan adalah aliasi Pb–Sn, yang tidak melarut dalam asam kromat. Reaksi pada elektrode dapat ditulis sebagai berikut.
       

Ke dalam wadah elektrolisis selalu ditambahkan CrO3 untuk menjaga konsentrasi kromium agar selalu tetap. Pelapisan krom adalah suatu perlakuan akhir menggunakan elektroplating oleh kromium. Pelapisan dengan krom dapat dilakukan pada berbagai jenis logam seperti besi, baja, atau tembaga. Pelapisan krom juga dapat dilakukan pada plastik atau jenis benda lain yang bukan logam, dengan persyaratan bahwa benda tersebut harus dicat dengan cat yang mengandung logam sehingga dapat mengalirkan listrik.

Pelapisan krom menggunakan bahan dasar asam kromat, dan asam sulfat sebagai bahan pemicu arus, dengan perbandingan campuran yang tertentu. Perbandingan yang umum bisa 100:1 sampai 400:1. Jika perbandingannya menyimpang dari ketentuan biasanya akan menghasilkan lapisan yang tidak sesuai dengan yang diharapkan.

Faktor lain yang sangat berpengaruh pada proses pelapisan krom ini adalah temperatur cairan dan besar arus listrik yang mengalir sewaktu melakukan pelapisan. Temperatur pelapisan bervariasi antara 35 °C sampai 60 °C dengan besar perbandingan besar arus 18 A/dm2 sampai 27 A/dm2.

Elektroda yang digunakan pada pelapisan krom ini adalah timbal (Pb) sebagai anoda (kutub positif) dan benda yang akan dilapis sebagai katoda (kutub negatif). Jarak antara elektroda tersebut antara 9 cm sampai 29 cm. Sumber listrik yang digunakan adalah arus searah antara 10 - 25 Volt, atau bisa juga menggunakan aki mobil.


2.   Pengawet Kayu
Pengawetan kayu untuk perumahan dan gedung adalah suatu proses memasukkan  bahan pengawet ke dalam kayu dengan tujuan untuk meningkatkan daya tahan kayu terhadap serangan organisme perusak kayu sehingga dapat memperpanjang masa pakai kayu. Bahan Pengawet:
a.       CCB adalah tembaga-khrom-boron
b.   CCF adalah tembaga-khrom-flour
 
Cara pengawetan
a..  Pengawetan secara vakum-tekan
Keuntungannya : penetrasi dan retensi bahan pengawet tinggi sekali, waktunya singkat dan dapat mengawetkan kayu basah atau kering.Kerugiannya adalah : biayanya mahal, perlu ketelitian tinggi dan hanya digunakan untuk perusahaan komersiil.

Menurut cara kerjanya, proses ini dibagi menjadi :
1.      Proses sel penuh, dimana pada proses ini bahan pengawet mengisi  
      seluruh lumen sel kayu.  Metode sel penuh ada 2 cara yaitu metode
      bethel dan Bernett.
2.      Proses sel kosong, yaitu bahan pengawet hanya mengisi ruang antar sel   
      kayu.

Ada dua cara yaitu cara Rueping, menggunakan tekanan awal 4 atmosphere dinaikkan sampai dengan 8 atm. Cara kedua yaitu cara Lawry menggunakan tekanan awal 7 atm.

Urutan cara kerja proses sel penuh, yaitu :
1.            Kayu dimasukkan ke dalam tangki tertutup rapat.
2.            Dilakukan pengisapan udara (vakum) dalam tangki dengan tekanan  
            60 cm/Hg ± 90 menit.

1.            Sambil divakum, bahan pengawet dimasukkan ke tangki sampai
            penuh.
2.            Setelah tangki penuh, vakum dihentikan diganti dengan proses 15         
            atmosphere ± 2 jam

1.            Tekanan dihentikan, bahan pengawet dikeluarkan
2.            Dilakukan vakum terakhir ± 40 cm/Hg ± 10 menit untuk
            membersihkan permukaan kayu dari bahan pengawet.

Urutan cara verja proses sel kosong :
1.            Kayu dimasukkan ke tangki tertutup rapat.
2.            Langsung diberi tekanan ke dalam tangki ± 4 atmosphere ± 10- 20 
            menit.
3.            Bahan pengawet dimasukkan ke dalam tangki sampai penuh.
4.            Tekanan ditingkatkan sampai 7-8 atmosphere selama 2 jam.
5.            Tekanan dihentikan, bahan pengawet dikeluarkan
6.            Dilakukan vakum terakhir ± 60 cm/Hg ± 10 menit untuk
            membersihkan permukaan kayu dari bahan pengawet.

b..  Pengawetan secara rendaman
Kayu direndam dalam bak larutan bahan pengawet yang telah ditentukan kepekatannya selama beberapa hari. Kayu harus terendam semua.Ada tiga cara pengawetan dengan rendaman, yaitu : rendaman dingin, rendaman panas dan rendaman panas-dingin.Keuntungannya : Penetrasi dan retensi van pengawet lebih banyak, kayu dalam jumlah banyak dapat diawetkan bersama, larutan dapat digunakan berulangkali.Adapun keruguian pengawetan kayu dengan cara rendaman adalah :waktunya lama terutama rendaman dingin, peralatannya mudah kena karat, pada proses rendaman panas kayu dapat terbakar dan kayu basah sulit diawetkan dengan cara ini.

3.       Baja
Stainless steel merupakan salah satu jenis baja dengan logam induk besi. Dalam stainless steel terdapat unsur-unsur yang dipadukan membentuk suatu alloy. Unsur-unsur yang ada dalam baja stainless steel yaitu krom, nikel, molibden, silikon dan mangan. Baja tahan karat atau stainless steel sendiri adalah paduan besi dengan minimal 12% kromium. Komposisi ini membentuk protective layer (lapisan pelindung anti korosi) yang merupakan hasil oksidasi oksigen terhadap krom yang terjadi secara spontan.

 Tentunya harus dibedakan mekanisme protective layer ini dibandingkan baja yang dilindungi dengan coating (misal seng dan cadmium) ataupun cat.Namun unsur dengan persentasi tertinggi adalah krom dan nikel. Baja stainless steel sebagian besar digunakan untuk membuat peralatan-peralatan rumah tangga terutama yang sering berhubungan dengan air.

Lapisan tipis pada baja stainless steel adalah kromium(III) oksida (Cr2O3) yang merupakan hasil reaksi antara krom dengan oksigen. Lapisan ini terlalu tipis untuk dilihat, sehingga logamnya akan tetap berkilau. Logam ini menjadi tahan air dan udara, melindungi logam yang ada di bawah lapisan tersebut. Fenomena ini disebut Passi vation. Oleh sebab itu yang berperan penting dalam baja stainless steel adalah krom, sedangkan unsur yang lain seperti nikel dan unsur-unsur yang lain berfungsi sebagai penguat.

4.      Pencelupan dan Pewarnaan
Kromium dapat berperan sebagai pewarna, pencelup, dan cat. Dalam bidang idustri kimia, Kromium berguna sebagai bahan dasar pembuatan pigmen cat/warna  karena Kromium mengandung komponen warna merah, kuning, orange, dan hijau.

Senyawa Kromium:
a. Kromium (II) Oksida (CrO) Kegunaan: pewarna dalam percetakan, industry   
    tekstil dan keramik.
b. Kromium (III) Klorida (CrCl3) kegunaan: zat pewarna hijau dalam
    pembuatan keramik.
c. Kromium (III) Sulfat (Cr2 (SO4)2) Kegunaan: keperluan pelapisan atau
    penyepuhan logam dan sebagai pewarna dalam industry tekstil dan keramik
Kromium digunakan dalam industri tekstil sebagai mordants. Selain itu, digunakan juga sebagai pigmen merah untuk cat minyak, khususnya senyawa PrCrO4.

5.      Pembuatan Katalis
Kromium oksida adalah katalis yang penting bagi berbagai reaksi yang luas. Kromium(VI) oksida, CrO3 diperoleh sebagai endapan merah kejinggaan pada penambahan asam sulfat kedalam Na2Cr2O7. Secara termal tidak stabil diatas titik lelehannya dan kehilangan O2 menghasilkan Cr2O3. Strukturnya terdiri atas rantai tidak terhingga

Dari tetrahedral CrO4 yang menggunakan sudut-sudutnya. Ia larut dalam air dan sangat beracun. Interaksi CrO3 dan zat-zat orrganik adalah kuat dan bisa meledak, tetapi CrO3 digunakan dalam kimia organik sebagai pengoksida, biasanya dalam asam asetat sebagai pelarut. K2Cr2O7 sebagai katalis selain sebagai merupakan agen oksidasi dan digunakan dalam analisis kuantitatif. Phillips katalis untuk produksi polietilen adalah campuran dari kromium dan silikon dioksida atau campuran dari krom dan titanium dan aluminium oksida.

6.      Pemurnian
Pemurnian (refining ) adalah penyesuaian komposisi kotoran dalam logam kasar. Prinsip pemurnian logam dengan menggunakan reaksi elektrolisis larutan dengan elektrode yang bereaksi. Logam yang kotor ditempatkan di anode sedangkan logam murni ditempatkan di katode. Larutan yang digunakan adalah yang mempunyai kation logam tersebut.

7.      Zat Warna
Kromium digunakan dalam pembuatan batu permata yang berwarna. Warna yang kerap digunakan adalah warna merah, yang diperoleh dari kristal aluminium oksida yang kedalamnya dimasukkan kromium. timbal khromat berwarna kuning khrom, merupakan pigmen yang sangat berharga. Senyawa khrom digunakan dalam industri tekstil sebagai mordan atau penguat warna.

8.   Penyamakan Kulit
 Dalam proses penyamakan, kulit yang akan disamak dibasahi dengan larutan dikromat, kemudian direduksi dengan gas SO2 hingga diperoleh kromi sulfat basa, Cr(OH)SO4. Kolagen, yaitu jenis protein utama dalam kulit, akan bereaksi membentuk senyawa kompleks kromi, dan senyawa ini mengakibatkan kulit menjadi bersifat liat, lentur, tahan terhadap kerusakan biologis. Pada industri penyamakan kulit, serbuk kromium merupakan bahan abrasif yang berfungsi  sebagai media pemisah antara bulu dari kulit sapi dan / atau kambing,


heart voices

Sejenak ku rasa,l0gika & rasa tak pernah b'iringan...
Saat itu lah kubiarkan pena berlaga..
Menghias lembaran2 baru...
Ku biarkan smw beradu...
Sampai nanti kan b'baur jd 1..
Sampai kertas2 kan jd usang dan berganti...
Sampai cel0teh2 anak jalanan kan lengkapi diary ku..
Sampai...
Sampai dunia kan tergelitik dan b'decak kagum..
0leh tingkah p0lah pena2 itu...